SELF HARM - FINAL PROJECT MATA KULIAH AGAMA DAN HIDUP BERMAKNA

 

Santa Sephiana_g11220011

SELF HARM

 

Self harm adalah tindakan menyakiti diri sendiri dan tindakan ini adalah sebuah pengalihan dari seseorang untuk meluapkan kemarahannya (Gramedia Blog, n.d) Self harm bukanlah hal yang asing saat ini, apalagi di zaman ini dimana generasi z lah banyak menjadi pelakunya. Self harm pasti sering kita jumpai, entah itu teman kita atau bahkan kita sendiri. Pelaku self harm paling banyak dilakukan oleh para remaja. Ketidakmampuan menahan emosi dan perasaan menjadi faktor utama yang menyebabkan seorang remaja menyakiti dirinya sendiri. Banyak penyebab mengapa saat ini banyak sekali remaja yang sering menyakiti tubuh mereka dengan menggores tangan mereka dengan menggunakan silet, menggigit jari, memukuli tubuhnya, merokok dan minum alkohol. Hal ini disebabkan karena mereka kesepian, tidak akrab dengan orang tuanya, dituntut untuk sempurna, memandang fisik mereka tidak sama dengan fisik orang lain jadi mereka tidak menghargai fisik mereka, depresi dan sakit hati.

Saya memiliki seorang teman yang sering melakukan self harm, ketika saya menyimpulkan berdasarkan cerita darinya, hal yang membuat dia menyakiti tangannya dengan silet adalah karena dia kesepian lalu akhirnya membuat dirinya merasa tidak berharga. Tidak sedikit remaja yang melakukan hal ini, masalah di dalam keluarga, pertemanan, dan lebih lagi adalah kisah percintaan yang di alami oleh kebanyakkan remaja dapat memicu hal ini. Kebanyakkan dari mereka sering merasa kesepian, tidak menemukan apa yang dia inginkan di dalam relasi itu, perasaan ditolak dan tidak berharga membuat seseorang stress lalu melampiaskan amarahnya dengan melukai tangan dan tubuhnya. Orang yang sering melakukan self harm kebanyakkan adalah orang yang tertutup dan tidak bisa menceritakan perasaannya kepada orang lain, mereka merasa bahwa ketika mereka bercerita, mereka tidak diterima lalu pada akhirnya mereka memendam semua perasaannya sendiri. Orang-orang yang melakukan self harm kebanyakkan berpikir untuk bunuh diri karena merasa bahwa dirinya tidak cukup cantik/ganteng, tidak layak untuk mendapat kebahagiaan dan merasa bahwa dirinya tidak berharga.

Tindakan menyakiti diri sendiri adalah hal yang salah, namun kita juga tidak bisa menghakimi langsung karena kita tidak tahu seberapa berat masalah yang mereka hadapi dan akhirnya mereka memilih untuk melakukan self harm. Di dalam pandangan Kristen, kita mengalami hal-hal yang buruk adalah sebuah proses yang diberikan Tuhan untuk kita agar kita mengalami Tuhan, penderitaan yang kita alami merupakan sebuah proses agar kita melihat Tuhan dan agar karakter kita dibentuk (HelloGod, Juni. 14 2022). Tuhan memiliki tujuan dari semua hal yang kita hadapi, hal yang menyakitkan sekalipun Tuhan berikan agar kita tangguh dalam menghadapi persoalan-persoalan yang akan datang, karena hidup pasti ada persoalan. Namun, Tuhan melihat tindakan apa yang kita lakukan ketika kita menghadapi persoalan itu, apakah kita melewatinya dengan baik atau malah kita melampiaskan amarah kita dengan menyakiti tubuh kita atau bahkan sampai bunuh diri. Kita telah ditebus dan tubuh ini telah dibeli melalui pengorbanan Tuhan diatas kayu salib. Kita telah lunas dibayar oleh Tuhan (Grace Alone Ministry, Juni. 1 2019). Tuhan telah mati untuk kita, dan hal yang perlu kita pikirkan lagi ketika kita hendak menyakiti diri kita dengan menggores tangan kita atau bunuh diri apakah itu adalah hal yang pantas kita lakukan atas semua pengorbanan yang telah Tuhan berikan?

Kita perlu merefleksikan lagi bahwa hidup kita penuh makna di hadapan Tuhan, di dalam Yesaya 43:3 Tuhan berfirman “Oleh karena engkau berharga di mataKu dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.” Tuhan sendiri lah yang mengatakan bahwa kita sangat berharga di mataNya, apapun yang ada di dalam diri kita, setiap anggota tubuh yang kita miliki adalah berharga di mataNya. Sebagai orang percaya, kita harus bisa mengendalikan emosi kita dan tidak melampiaskan seluruh amarah kita (Amsal 29:11). Dan yang terakhir kita perlu mengingat bahwa kita tidak pernah sendiri, Tuhan selalu berjalan bersama kita dan kita tidak boleh menyakiti diri kita karena Tuhan memberikan tubuh ini bukan untuk disakiti, melainkan untuk alat agar kita bisa memuliakan namaNya.

 

 


 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Gramedia Blog. (n.d). Apa itu self harm? Kenali Penyebab Self Harm dan Solusinya.

Retrieved from https://www.gramedia.com/best-seller/self-harm/

 

HelloGod. (2022, 14 Juni). Tunggu! Jangan BunDir dulu, Dengarkan saya | Pastoral dan Teologis with Andrey Thunggal. [Video]. Retrieved from https://youtu.be/_YPikWagZlU

 

Grace Alone Ministri. (2019, 1 Juni). Tubuh dan Tuhan Bag I : Keterkaitan Anugrah dan Kesehatan – Pdt. Tri Handoko – REC – GRAMI. [Video]. Retrieved from https://youtu.be/GZYFUkf5lRk

 

 

Komentar